BILANGAN FU AYU UTAMI PDF

Followers, Following, 33 Posts – See Instagram photos and videos from ayu utami (@). Abstract. This study aims to reveal the meaning of the concept of spiritualisme kritis in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami, using dialogical. Novel “Bilangan Fu” karya Ayu Utami. 4 likes. Book.

Author: Vozahn Meztibei
Country: Liechtenstein
Language: English (Spanish)
Genre: Business
Published (Last): 12 January 2010
Pages: 424
PDF File Size: 9.60 Mb
ePub File Size: 11.39 Mb
ISBN: 271-4-68355-524-8
Downloads: 54819
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gazshura

ayu utami (@) • Instagram photos and videos

View all 4 comments. Misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan.

Kusala Sastra Khatulistiwa for Prosa Simbolnya mirip pusaran air. Saat mereka berkunjung ke Jakarta pada acara Pesta Buku Jakarta yang lalu, mereka emoh menuruti saran saya untuk juga membeli dan membaca novel-novel Ayu Utami selain tetraloginya Pram lantaran kabar yang mereka dengar buku-buku Ayu itu porno. Seperti, iya, masa itu aku juga pernah baca beberapa rumah sakit kelebihan pasien.

Dalam bagian ini, menurut saya pribadi, apa yang hendak disampaikan sang penulis dan apa yang saya tangkap adalah betapa modernisme menjadk jalan atau jembatan untuk memperkaya kaum kapitalis.

Modernisme, monoteisme dan militerisme. Ada 3 bagian utama atau inti yang coba disampaikan Ayu Utami.

Indonesian Writer & Activist Ayu Utami: ‘I love Indonesia with Pain in my Heart’ – Latitudes

Such fanaticism ultimately led to anti-others anti-liyan. Tetapi kini seiring dengan semakin lunturnya kepercayaan tersebut, semakin parahlah perusakan yang terjadi. Pertemuannya secara tak sengaja dengan Parang Jati, mahasiswa geologi saat hendak mengambil peralatan panjat tebing di rumah salah satu temannya di Bandung ternyata menjadi awal mula persahabatan erat yang terjalin antara keduanya, pun sikap saling mengasihi antara mereka berdua dan Marja, kekasih Yuda.

Oct 14, Wikupedia rated it it was amazing. Bangsa kita dibangun oleh kebudayaan yang panjang, kebudayaan yang tidak bisa diberantas atas nama apapun, dalam konteks itulah sebaiknya kita membaca Bilangan Fu dan memaknainya secara bijaksana. Ide tentang Bilangan Fu juga menarik, menurut saya.

Konsep ini ada pada bilangan nol. The approach was made through a particular effort, called the laku kritik. Membaca Bilangan Fu seperti membaca sebuah masa lalu kelam, masa lalu masyarakat Indonesia, yang gamang akan banyak hal, yang prematur dalam memahami banyak hal.

Related Articles  HOCK CMA PART 1 PDF

Yuda”si iblis”, seorang pemanjat tebing dan petaruh yang melecehkan nilai-nilai masyarakat. Culture Lifestyle Jecko Siompo: Yaitu, yang mengangkat wacana spiritual– keagamaan, kebatinan, maupun mistik– ke dalam kerangka yang menghormatinya sekaligus bersikap kritis kepadanya, yang mengangkat wacana keberimanan, tanpa terjebak dalam dakwah hitam dan putih.

Menurutku ini adalah sebuah novel ide yang surealis. Bilangan Fu sendiri, jika tidak dibarengi dengan kepiawaian ayu dalam bercerita dan mengolah bahasa, pasti hanya seperti perdebatan etika klasik, antara utilitarian dan deontologis.

Jul 13, Maulida Raviola rated it it was amazing Recommends it for: Kalau bisa fh, sebagai 3 hal yanh digugat dan dikritik sang penulis. Search Repository Search the repository using a full range of fields. Seperti yang dilakukan Dan Brown dalam Angels and Demons yang mempertentangkan agama dan sains.

Saya rasa, lewat Bilangan Fu, Mbak Ayu sukses menawarkan spiritualisme-kritis sebagai cara pandang terbaik bagi seorang postmodern. Di lengkapi juga dengan semacam data yang difiksikan mengenai kliping-kliping koran mengenai berbagai kejadian yang mendukung alur cerita, dan bila pembaca jeli ternyata berbagai kliping koran dan berita didalamnya pernah mampir dalam hidup kita.

Ayu tidak pernah secara terang-terangan menampilkan percintaan segitiga antara Yuda, Marja, dan Parang Jati. Through the main characters we learn how people develop their opinions and identity is influenced by their environment and education.

Tiga anak muda penggemar panjat-tebing terlibat cinta segitiga tuami antara pengalaman-pengalaman bilanvan yang berawal dari kejadian orang mati bangkit dari kubur sampai pada penyelamatan perbukitan gamping di Jawa bagian selatan.

Refresh and try again. Spiritualisme tingkat tinggi dipadu unsur kritis yang selalu menyertainya dari awal sampai khatam cerita. Aku mungkin seperti Yuda, pengecut yang mewarisi dunia, sedangkan Parang Jati adalah visioner yang membentuknya namun tak pernah Cerita bagus dengan muatan sarat pesan, tapi entah kenapa gak klik di hati.

Saya membeli buku ini karena saya suka gaya syu dan bercerita Ayu Utami, dan terus terang saya tidak kecewa sudah membeli buku ini. Gabi Yetter In this article Gabrielle Yetter Sejauh ini kalimatnya membuat saya bisa cepat membacanya. Namun kritik-kritik Mbak Ayu terhadap Modernisme atau modernitasMonoteisme, dan Militerisme–sebagai ‘dalang’ keserakahan dan superioritas manusia modern terhadap sesama manusia dan lingkungan–sepenuhnya amat thought-provoking.

Related Articles  VERKAUFSPSYCHOLOGIE PDF DOWNLOAD

Idenya sangat menarik, mengangkat tema spiritualisme kritis. Apalagi setelah membaca kolom ucapan terima kasih dari sang penulis. Novel ini sendiri mungkin bisa dilihat vilangan suatu manifestasi laku kritik tersebut.

Dec 01, Sam rated it liked it Shelves: Agama bumi ini maksudnya adalah kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh nenek moyang kita, contohnya kepercayaan yang masyarakat jawa kuno, yang disebut kejawen. We will contact you if necessary.

Bilangan Fu

Marja itu pacar Yuda yang dengan tersirat dan samar-samar—melalui dugaan-dugaan Yuda—diceritakan juga menaruh hasrat kepada Parang Jati. Paperbackpages. Misalnya, anak-anak akan diculik makhluk halus kalau keluar setelah maghrib karena sulit menerangkan ke anak-anak kalau malam itu gelap, banyak ular, kalau ilang juga susah nyarinya. Mau tau apa itu laku kritik?. Order a copy Copyright or permission restrictions may apply. Marja”si manusia”, seorang gadis bertubuh kuda feji dan berjiwa matahari.

Memang, dalam beberapa bagian, saya kurang setuju, karena pemggambaran kaum monoteisme disini seolah menitikberatkan pada kaum Muslim yang melarang pengeramatan atau penyembahan terhadap hal-hal gaib selain Allah karena itu adalah perilalu musyrik atau syirik. Bagaimana secara inheren isme ini tidak bisa koeksis dengan isme lain, seberapapun gencarnya pengikutnya mengklaim “toleransi”, dsb. Persoalannya, sesungguhnya ada pertanyaan besar: Apakah Bilangan Hu Fu itu?

Bagi Parang Jati kebenaran itu dipanggul, sedangkan bagi Farisi kebenaran itu harus ditegakkan. Buku yang menarik dan menyajikan ide-ide yang layak disimak dan direnungkan mengingat merebaknya fenomena 3M di masyarakat Indonesia.